Saya merasa semakin jatuh cinta dengan primata yang memiliki akal ini, karena semakin banyak observasi yang saya lakukan, semakin kompleks kesimpulan kesimpulan yang saya dapat mengenai mahluk bernama manusia ini. Apakah kesimpulan ini benar atau salah? saya mengemas kesimpulan ini sebagai sebuah pendapat yang benar dari sisi saya. dari sisi anda? entahlah, akan ada perbedaan..
I. Manusia mentoleransi kesalahan,
Manusia adalah tempat salah dan lupa, dulu sekali saya memahami kalimat ini sebagai sebuah kalimat untuk menenangkan manusia yang merasa bersalah karena melakukan kesalahan, persis ucapan ucapan sejenis pelipur lara lainnya seperti, “ini bukan salah kamu” atau “semuanya akan baik baik saja”, yang sama sama tidak memiliki makna. Karena terkadang ketika kita melakukan kesalahan, kita butuh orang lain untuk menganggap, atau setidaknya mengatakan bahwa kesalahan itu bukan salah kita, atau mengatakan bahwa semua ini akan berlalu, meskipun dia sendiri mungkin tidak tahu kapan semua ini akan berlalu.
Tapi akhir akhir ini saya memahami kalimat itu sebagai sebuah kalimat yang amat bijak. definisi bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa merupakan suatu proposisi yang benar benar menjelaskan bahwa manusia memang tempatnya kesalahan dan kekhilafan.
Tidak percaya? coba keluar dari rumah dan berjalan berkeliling, bukti kesalahan manusia tersebar di mana mana, dari mulai iklan tv komersial yang benar benar gagal dan benar benar tidak memiliki makna, ataupun desain halte busway yang banyak kekurangan sana sini, sistem transportasi yang menunjukkan kekurangan di mana mana, guru guru sekolah tanpa skill mengajar memadai dan tidak menguasai bidangnya, penjual penjual makanan di jalanan yang tidak memikirkan aspek kesehatan, banyak sekali.
Mereka sama sama membuat kesalahan, entah dengan sadar atau tidak, namun poinnya adalah itu tidak membuat mereka berhenti melakukan kegiatan yang mereka lakukan, dan poin lebih besarnya adalah meskipun tidak dilakukan dengan sempurna, kegiatan yang mereka lakukan itulah yang membuat dunia ini terus berjalan. jadi kenapa terkadang kita takut mengambil resiko membuat kesalahan? maka semakin saya memahami ini, semakin saya tidak mengerti alasan manusia takut salah. kenapa sih takut salah? buka mata dan telinga, kesalahan manusia ada dimana mana, agak terlalu naif kalau kita tidak berani berbuat karena takut salah, karena kita memang tempatnya salah dan lupa.
Kesimpulannya, saya tidak menyarankan untuk menyelesaikan pekerjaan apapun yagn diamanahkan kepada kita dengan asal asalan, yang saya sarankan adalah jangan sampai ketakutan untuk berbuat salah mengehentikan kegiatan yang akan kita lakukan, mengutip salah satu iklan perusahaan rokok ” Go Ahead!” lakukan saja, jangan takut !!
Filed under: Thought Tagged: | memahami manusia, psikologi manusia, psikopat, tingkah laku manusia












nice words ..
ngomongin makhluk yang namanya manusia emank ga ada matinya
jutaan tahun yang lalu dan mungkin (wallahualam) jutaan tahun yang akan datang manusia dibicarakan dan akan selalu menjadi topik hangat untuk dibicarakan
ya di dunia ini kan hanya manusia yang sadar dirinya manusia..
Nice
mohon ijin di addlinknya bos…trims