Setelah beberapa hari magang di tempat yang sekarang, rasanya saya mulai mengerti mengapa ada orang orang yang bekerja melakukan hal yang sama bertahun tahun setiap harinya dan tidak merasa bosan ataupun merasa ingin berubah atau mengharap hal yang lebih baik. Karena hidup yang rutin adalah hal yang sangat mudah, seperti halnya titik kelembaman yang selalu kembali ke point semula, ataupun seperti halnya revolusi bumi kepada matahari yang terjadi tanpa memakan energi sedikitpun. Hidup yang rutin itu begitu menggiurkan untuk dijalankan.
Dalam rutin yang beberapa hari ini saya jalankan, biasanya saya akan berangkat jam setengah tujuh pagi atau jam jutuh. Mengantri busway di halte sunan giri, lalu transit di matraman, transit lagi di senen, lalu di juanda, sampe terakhir baru sampai ke mal taman anggrek. saya akan sampai sekitar Jam 8 pagi atau jam setengah sembilan. langsung ke kantor? tidak, saya akan mengamati dekorasi natal di lantai dasar, atau sejenak duduk dulu di lantai 4, disamping ice rink, mengamati mobil penghalus es berputar putar menghaluskan arena ice skating sambil baca baca catatan seseorang tentang lighting. setelah jam sembilan, baru saya ke latai 6, mengantri lift di lantai tujuh dan sampai ke kantor di lantai 23.
Sampai di kantor saya akan menaruh tas di bawah meja, lalu beralih ke dapur untuk membuat kopi pahit. dan langsugn berkutat dengan program program simulasi. jam 12 makan siang, lalu waktu magrib, atau kalau tidak jam setengah delapan malam pulang. berkutat dengan rute yang sama, dan menunggu ngantuk di rumah dengan segelas air es atau es air, karena memang porsi esnya lebih banyak (dan membuat saya flu akhir akhir ini).
Saya bisa membayangkan kalo saya kerja di sana, akan sangat mudah bagi saya untuk terjebak rutinitas yang sama setiap hari. dan saya bisa akan sangat lembam untuk berubah sehingga 40 tahun dari hari pertama saya kerja di sana, saya akan terbangun dan sadar bahwa saya belum melakukan apa apa . Ah jangan sampai terjadi. Saya harus mencapai impian saya dulu, harus memancangkan karya karya saya di dunia ini, dan harus membuat hidup saya menjadi tidak biasa. sehingga saya bisa menjalankan hari setiap harinya dengan sadar tanpa tertaut pada rutinitas yang bisa dijalankan tanpa berfikir. Karena itu saya akan sedikit terlambat untuk masuk hari ini, untuk memecah rutinitas, dan membuat menjalani hari hari berikutnya dengan sadar, berbeda, dan penuh energi.
Kasyfi Muhammad
Rawamangun, 15 Desember 2009
Filed under: Thought Tagged: | bosan, hidup yang rutin, kantor, kerja, lighting design












hehehe….di awl aq brpikir km setuju dan menikmati rutinitas y monoton ,,,trnyata di akhir berbalik totoal
atw,jgn2 tulisan ini hanya untuk membenarkan keterlambatan hari itu…hahah
hehe sebaliknya sebenernya,,,
buat saya terlambat itu satu hal yang tabu…
jadi bukan satu hal yang saya nikmati..
Assalaamu’alaykum wr wb.
Wahhh…. Akhirnya bisa mengunjungi blog Kasyfi.
Hehehe…. Tapi kayaknya gak semua orang bisa dengan mudah menjalani rutinitas, Fi. Berdasarkan pengalaman ambil data di P*rt*m*n* pusat selama kurang lebih sebulan, saya merasa betapa malangnya para pekerja kantoran. Karena setiap hari harus menjalani rutinitas yang sama. Berasa kurang tantangan… Hehehe…. Saya aja yang menjalaninya cuma selama sebulan gak betah. Sampai heran kok mereka bisa betah berada di ruangan yang sama selama beberapa saat dalam hidup mereka?
Ayolah Fi, mulai berbisnis. Kan sudah dapat knowledge yang cukup selama di Fisika Teknik. Hehehe…..
@mutya
hey hey.. ada mutya ^_^
berbisnis? targetnya dalam 5 tahun mut,, insyaAllah
saya pengen berbisnis di bidang lighting design ,,
dan sekarang lagi belajar dari yang terbaik,, hehe
tapi insyaAllah memang niat untuk berbisnis sendiri..