• Keluarga besar intelektual muslim

    Pegangan Kami,

    Islam Dan Scientific,

    Otak Jerman

    Hati Mekkah,

    Semangat Jepang,

    Kepribadian Indonesia!

  • My Facebook

    Muhamad A Kasyfi's Facebook profile
  • My personality

    Click to view my Personality Profile page
  • Koleksi potoku

    partner for life

    early merchant

    siap lahap

    highland breakfast

    satu komando satu perlawanan

    sesaat  menjelang orasi..

    hancurkan!!!

    Tuntutan kami

    sigap

    Menua

    More Photos

Liburan, bergelung di zona nyaman…

Aku kan bangun pagi sekali, rata rata 2 rakaat setelah para jamaah di masjid memulai salat subuh, ya, masbuk. tapi itupun kemajuan pesat. karena ibuku selalu punya cara untuk membangunkanku. biasanya dia bertanya hal yang selalu menarik perhatianku, yang sebenarnya sudah dia tahu jawabannya. tapi entah kenapa aku selalu menjawab. dan ketika selesai menjawab biasanya keinginanku untuk kembali bergelung di selimut menjadi berkurang. tinggal dia menarik tanganku sambil membacakan doa untuk segera mendorongku ke kamar mandi untuk berwudhu. ayahku biasanya sudah ada di masjid sejak adzan pertama. bahkan dia sudah terjaga sejak setengah jam sebelum azan subuh dikumandangkan. Salat malam, hal yang membuatnya kuat menahan segala hal yang dia alami dalam hidupnya, dan membuat setiap kata kata yang dia keluarkan setiap berceramah menjadi memiliki kekuatan ruh.

biasanya aku akan solat subuh di masjid, karena ibuku akan langsung teriak teriak kalau aku menggelar sajadah untuk solat subuh di rumah, sedangkan masjid hanya beberapa langkah dari rumah kami. selesai salat subuh di masjid, aku akan menyalami ayahku yang selalu menetap di masjid sampai waktu duha, terkadang hanya berzikir al-ma’tsurat, atau terkadang menjaga hapoalan qurannya yang sudah beberapa juzz. menyalami dia juga sebagai semacam absen bahwa aku sudah salat subuh.

biasanya sampai menjelang pagi hari kalau aku isa menahan diri untuk tidak tidur lagi aku akan bermain dengan kucingku, si bogi, membuatnya sedikit marah sampai dia mecakar cakar tanganku, kadang sampai berdarah, tapi entah kenapa itu terasa menyenangkan. mungkin karena kucing tidak pernah menyimpan dendam. karena satu detik setelah aku memberinya tongkol yang diaduk aduk dengan nasi, dia akan jinak lagi, atau tertidur, yang akhirnya bisa kuganggu lagi. apa jadinya ya kalau manusia tidak mendendam? sepertinya tidak mungkin, karena pencapaian terbaiknya mungkin hanya menutup kotoran atau air seni yang baru dibuang dengan pasir, atau mengenali borax yang dicampurkan pada baso. ya, seperti kucing itu.. mungkin kita mendendam karena kita terlalu pintar..

setelah puas bermain kucing, ibuku akan memanggil kami untuk makan pagi. dan kucing kami taruh di dalam rumah agar tidak memakan yang tidak menjadi haknya. selama kami makan akan ada nenek nenek tua yang berjualan gorenagan lewat depan rumah kami
“gorengan…gorengan…”
kami akan menyetopnya dan membeli 6 bala bala, serta sambalnya yang khas…

selesai makan, adik adikku akan sibuk dengan kegiatannya sendiri. Ayahku akan ke kantor, ibu biasanya masih akan di rumah menghitung keuangan TK yang dia urus. dan aku kan bersntai di bale bale depan rumah, membaca buku buku koleksi ayahku sampai tertidur, atau bahkan tertidur sebelum membuka halaman pertama… atau pergi ke warnet untuk melihat kabar kabar handai taulan di jejaring pertemanan.

begitu terus sampai sore tiba. hidup berbahagia tanpa beban, tanpa deadline, tanpa konflik… tanpa apapun yang memberatkan pikiran..

berkutat di zona nyaman..
ah aku harus segera balik ke bandung..

Leave a Reply