• Keluarga besar intelektual muslim

    Pegangan Kami,

    Islam Dan Scientific,

    Otak Jerman

    Hati Mekkah,

    Semangat Jepang,

    Kepribadian Indonesia!

  • My Facebook

    Muhamad A Kasyfi's Facebook profile
  • My personality

    Click to view my Personality Profile page
  • Koleksi potoku

    partner for life

    early merchant

    siap lahap

    highland breakfast

    satu komando satu perlawanan

    sesaat  menjelang orasi..

    hancurkan!!!

    Tuntutan kami

    sigap

    Menua

    More Photos

Kapasitas, pencapaian dan peran

Sebelum tinggal dan menetap di lab, ketika masa masa awal saya kuliah di Bandung ini, saya tinggal di rumah nenek di daerah gardujati, di belakang pasar baru. Nama resminya adalah jalan belakang pasar.
http://bandungvariety.files.wordpress.com/2008/10/pasar-baru-bandung1.jpg?w=241&h=180
Saya biasa berangkat jam setengah tujuh pagi. Berjalan menyusuri pasar dan berjumpa dengan keadaan yang sama,pasar yang riuh dengan aktivitas pedagang menjajakan barang dagangannya,  adu tawar menawar di antar pembeli dan penjual, tukang sampah dan tukang pulung yang berjalan bertelanjang kaki mengais botol botol plastik di tumpukan sampah untuk dijual kembali, tukang beca yang menampakkan ekspresi resah menunggu calon penyewa beca yang semakin sedikit akhir akhir ini, dan sebagian tukang becak lain yang masih terlelap tidur mendekap tubuhnya berselimut sarung lusuh. Kadang kadang saya bertanya apa mereka sudah salat subuh?

Pulang dari kampus keadaan yang saya jumpai agak sedikit berbeda. biasanya warung warung yang didominasi warga keturunan sudah tutup. dan di selasar selasar itulah para saudara kita, biasanya sekedar kuli angkut, tidur beralas plastik tipis. dan hanya terhalangi terpal terbatas dengan udara luar. Sebagian pribumi lain yang memiliki kios tetap biasanya juga menetap di kiosnya. Seperti tukang telor yang sering saya lewati setiap malam. Biasanya sekitar jam 9 malam lampu di dalam tendanya mulai dinyalakan, sehingga penghuni di dalamnya terlihat seperti siluet. Yang membuat saya kagum, dari tenda tukang  telor itu saya selalu mendengar lantunan AlQuran. Dibacakan dengan lirih dan menyayat. Saya terharu sekali, karena di tengah keadaan ekonomi yang sempit sekali, mereka masih meyempatkan diri untuk berkasih mesra dengan Tuhan mereka.

Berulang ulang menatap fragmen kehidupan pasar baru itu, saya jadi berfikir, apakah memang takdir mereka seperti itu, yakni  selalu menjalani kehidupan yang sama dari mulai bangun pagi sampai terlelap kembali. bangun-bekerja- makan lalu tidur lagi. sungguh sesuatu yang membuat nalar saya bertanya, apa mereka masih punya tujuan hidup? sudah berapa lamakah mereka menjalani hidup yang rutin dan berulang ulang tersebut, dan apakah mereka tidak merasa bosan jika peran mereka di dunia ini berhenti sampai disitu?

Teman saya di waktu yang lalu memberikan satu jawaban atas pertanyaan ini, dia mengatakan bahwa setiap manusia itu memiliki kapasitas, ukuran kemampuan maksimal kita untuk melakukan sesuatu.

Kapasitas manusia itu berbeda beda, ada yang kapasitasnya memang sebatas menjadi tukang beca, penjaja makanan, penjual kaus, atau mungkin presiden. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi, kita berbicara tentang asupan gizi yang mereka dapat, lingkungan tempat seseorang tinggal, suasana psikologis tempat dia hidup dan faktor keadaan mental, artinya, apakah dia percaya bahwa dia ditakdirkan untuk sesuatu yang lebih besar dari yang dia jalani sekarang, ataukah dia menyerah dengan keadaan. Hal ini menjadi sangat kompleks karena yang paling menentukan adalah masalah kehendak, manusia punya kehendak penuh untuk terus berjuang, atau terus menyerah, untuk terus berusaha atau berhenti.

Perbedaan kapasitas dari manusia menyebabkan nilai pencapaian yang dihasilkan juga berbeda beda. Mungkin di antara kita ada yang berusaha keras habis habisan untuk mendapat nilai A, sedangkan ada rekan kita yang dengan mudah mendapakan nilai yang sama. Maka, disinilah pencapaian yang berbeda dinilai, untuk yang keadaan pertama, mungkin kapasitas kita adalah 1 dan pencapaian kita adalah 10, dan untuk yang kedua, mungkin kapasitasnya adalah 9 dan pencapaiannya adalah 10. Mana yang lebih baik? tentunya yang pertama, karena pencapaian yang dicapai adalah 9 poin.

Namun, apa yang terjadi bila seseorang dengan kapasitas 9 memiliki pencapaian 10? maka hasilnya adalah 19! dan untuk menyamai nilai yang sama, manusia yang kapasitasnya satu harus berusaha hampir dua kali lipat. Maka dalam hal ini kapasitas menjadi hal yang sangat penting, karena parameter yang diukur adalah keberhasilan yang diraih.

Itulah arti dari peran. Setiap manusia memiliki perannya masing masing dalam merangkai keping keping peradaban. Suatu peran dimana kapasitas yang sesuai bertemu dengan pencapaian yang tinggi menghasilkan keberhasilan yang luar biasa. Kita harus mencari peran apa yang paling cocok untuk diri kita, Bila saat kita melakukan sesuatu kita tidak lagi merasakan tantangan dan kesulitan, maka ini adalah suatu tanda kita harus menaikkan lagi target yang kita buat, sehingga keberhasilan yang kita dapat bisa lebih tinggi lagi.

Maka, kumpulan manusia yang berperan maksimal dalam dunianya masing masing akan merangkaikan keping diri mereka masing masing menjadi sebuah karya peradaban, keberadaannya akan menjadi sangat berarti bukan hanya untuk dirinya dan sanak keluarganya, tapi juga untuk kehidupan dunia. Namanya akan mewangi di setiap hati manusia yang merasakan manfaatnya, entah dia berada di sekitarnya, atau manusia lain di belahan dunia lain yang tergugah dengan karya yang dia buat.

7 Responses

  1. Pengamatan yang menarik. Pernah perhatikan karakter sahabat-sahabat Rasullah? Mereka tidak memiliki karakter yang sama. Lihat saja Bilal bin rabah, pada awalnya dia merupakan budak yang notabene nya merupakan status kedudukan terendah tapi di akhir hidupnya menjadi calon penghuni surga. Lalu lihat Abu Bakar yang merupakan orang yang kaya dan akhir hidupnya menjadi calon penghuni surga. Intinya adalah kita melakukan yang terbaik pada peran kita masing-masing. Ada yang pernah memberikan nasihat kepada saya, jadilah dirimu sendiri. Setelah menjadi diri sendiri lakukan yang terbaik :)

  2. setuju banget ama posting nya bos!

  3. wah keren pisan euy postingnya.. keep posting bro.. hayo mampir balik ke blog gw yah.. (alumni smunlie juga gw) 04 juga.. siapa hayo tebak..

  4. nice writing..
    idenya mengenai delta pencapaian lumayan, jadi punya parameter pengukuran, walopun masih relatif.

    *kayanya blog ku hrs lebih diurus ini.. hehe

Leave a Reply