• Keluarga besar intelektual muslim

    Pegangan Kami,

    Islam Dan Scientific,

    Otak Jerman

    Hati Mekkah,

    Semangat Jepang,

    Kepribadian Indonesia!

  • My Facebook

    Muhamad A Kasyfi's Facebook profile
  • My personality

    Click to view my Personality Profile page
  • Koleksi potoku

    partner for life

    early merchant

    siap lahap

    highland breakfast

    satu komando satu perlawanan

    sesaat  menjelang orasi..

    hancurkan!!!

    Tuntutan kami

    sigap

    Menua

    More Photos

Mimpi aneh pagi hari (part 1)

Dari indonesia, aku menyebrang menggunakan jet ski ke singapura, langsung menepi di salah satu universitas yang berada di pinggir pantai. Masuk ke dermaga rahasia di bawah tanah. Lalu aku menyiapkan perlengkapanku. Ada semacam pistol, lalu alat komunikasi dan stelan resmi untukku.

Aku naik ke lantai atas menggunakan 2 lift. Lift pertama berisi aku, dan lift kedua berisi barang barangku. Sesampai di lorong menuju ruang kuliah aku keluar lift dari lift yang satu. Lalu menuju lift lain yang mengangkut perlengkapanku. Terlihat orang menunggu di sana karena mereka tidak bisa membuka pintu lift. denagn satu sentuhanku lift itu membuka dan aku mengambil perlengkapanku.

Aku bertanya kepada orang yang sedang menjaga di lorong.

“sir, where is the class for the first year college? “

“there’s no first year since last year, you’re allready enroled in the year before, you’re in your second year now, but this is the first time you get in a class. The class is after the next two door”

“okay, thx..”

Aku adalah agen rahasia, misiku adalah menginfiltrasi kampus ini dan mencari informasi tentang sesuatu. Orang yang menjaga tadi adalah juga salah satu orang dalam agen yang berugas memberi informasi kepadaku.

Masuk ke kelas, aku datang terambat. Namun aku tidak sendirian, ada orang lain yang juga datang terlambat, seorang pria asia pendek yang berambut belah tengah dengan tas punggung. Namun dia tidak segera masuk kelas.

Di dalam kelas aku melihat bermacam macam orang dari bermacam macam ras, dosen yang mengajar wanita kaukasian berumur 50 tahun beramput pendek pirang dan berkacamata minus.

“kaukasian sebelah sini,,”

“asian duduk di sebelah sana..”

Kami didudukkan berdasarkan ras. Di sampingku terlihat seseorang yang mungkin dari melayu, putih dan memakai kerudung pink, lalu di depanku ada beberapa perempuan india berkulit hitam yang memakai kerudung.

“hoy,,” wanita di sampingku menyapaku sambil menyentuh hidungku,

“where’re you from?” kataku, mudah mudahan dia tidak tahu aku orang indonesia

“mmhh…”

“???”

“dari depok..” kata cewek itu, dengan logat melayu yang kental

Akhirnya kelas dimulai lagi dan si dosen memanggil pria yang tadi menunggu bersamaku di depan. Ooh dia bukan mahasiswa, mungkin semacam dosen tamu. Pria asia pendek tadi berdiri di depan, namanya andrea murata, kabarnya andrea hirata yang menulis tetralogi laskar pelangi mencatut nama pena dari si andrea murata ini.

Dia mengacungkan buku yang dia tulis, judulnya “Blind” gambarnya mengingatkanku pada buku seorang cewek yang sudah buta dari kecil. Lalu dia berbicara campuran melayu dan inggris yang parah, dalam kerangka sebuah motivasi diri.

Aku sendiri mulai tidak memperhatikan dan sedang asik dengan teman berlogat melayu dari depok di sebelahku. Lalu sesekali aku melihat si andrea murata yang sedang terlihat sedikit kecewa ketika melihat ke arahku karena aku tidak memperhatikan dia.

Kelas andrea murata berakhir dengan tepuk tangan. Dia berlalu dan kelas di bubarkan. Aku dan teman baruku pergi bersama sama untuk bisa menaiki college bus, layanan transportasi gratis dari universitas. Tapi aku harus tepat waktu, karena bis itu sangat mematuhi jadwal.

Sesampainya di terminal college bus, kami sudah hendak masuk ke bus yang mau berangkat, bis itu berwarna putih dan disupiri seorang wanita india, namun aku dan teman baruku lupa sesuatu, kami meninggalkan sepatu kami di kelas!! Rupanya membuka sepatu di kelas adalah semacam kebudayaan bangsa indonesia.

“gimana dong, bisa terlambat kalo kita ngambil sepatu dulu.”

Akhirnya kami tetap mengambil sepatu kami. Sesampainya di terminal college bus, bus sudah bergerak beberapa meter, dan pintunya sudah mulai tertutup. aku dan temanku berteriak teriak menyetop, lalu bus itu berhenti, kami minta izin dibolehkan masuk ke bus. Tapi hanya temanku yang diperbolehkan masuk. Dia masuk lewat kolong mobil sebelah depan dan berdiri disitu sampai dia berada di dalam bus. Untukku? Si supir bus berkebangsaan india itu mengeluarkan gagang di samping bus seperti spoiler pada mobil tapi ada di sisi samping, cukup untukku bertengger di situ.

Bus putih itu berjalan mengelilingi singapura, lewat gedung bertingkat, lalu pemukiman urban yang sempit dan akhirnya menuju kawasan cagar alam nasional. Jalan menuju cagar alam itu sangat indah dan lurus. Aku menikmati pemandangan dengan bertengger di luar bus, menikmati angin yang menerpa dengan kecepatan tinggi. Aku tidak memakai sepatu, telapak kakiku terasa didinginkan hembusan angin.

Sesampainya di cagar alam, aku melihat kebun dengan bunga bunga berwarna warni, ada yang merah, lalu merah muda dan warna lainnya. Rumputnya berwarna hijau muda yang segar sekali, dengan sedikit sisa embun yang membasahi. Bis bergerak ke dalam, menuju rumah tua yang ada di cagar alam, beberapa mahasiswa meributkan keangkeran rumah itu di dalam bus. Bis melewati gundukan pasir putih, dan aku yang masih bertengger dengan gagang di luar bis menabrakkan kakiku ke pasir putih itu. Kakiku yang telanjang jadi berlumur pasir putih, seperti ayam goreng yang dilumuri tepung sebelumnya.

Sambil menjalankan bus putih, supir bus mulai bernyanyi lagu yang mengagung agugkan malaysia, lagunya semacam lagu yang dinyanyikan koes plus, bukan lautan hanya kolam susu tapi versi malaysianya.

Aku tidak mau kalah, ketika kita turun dari bus aku dan temanku bernyanyi lagu ello yang slamat tinggal kasih. Tiba tiba aku sudah memegang gitar sambil berlarian di koridor rumah tua di cagar alam nasional singapura. Aku bernyanyi dengan sedikit grogi. Suaraku sedikit bergetar

Walaupun langit pada malam itu

Menyanyikan cahaya bintang

Bulan pun bersinar

Betapa indahnya

Namun menambah kesunyian

Ku akan pergi

Meninggalkan dirimu

Menyusuri liku hidupku

Jangan lah kau bimbang dan janganlah kau ragu

Berikanlah senyuman padaku.

(untuk reff aku menjadi suara satu dan temanku jadi suara dua)

Selamat tinggal kasih

Sampai kita jumpa lagi

Aku pergi, takkan lama

Hanya sekejap saja ku akan kembali lagi,

Asalkan engkau tetap menanti…..

4 Responses

  1. Hmm….itu lagi apa kasy? Emangnya misi kamu dalam mimpi apa sih? Ckckckckck, kamu jadi agen BIN atau CIA nih? =)

  2. ndak tahu saya ,

    alur mimpi kan tergantung otak,, tahunya dah disini tahunya dah disini,,, hehe loncat loncat ceritanya…

    kalo mau jadi agen ya NSA (national security agency)

  3. jadi agen cinta ya? =))

  4. @yasrid
    jadi agen cuman di awal ajah,, sisanya gimana otak yang ngasih plot

Leave a Reply