Calon A
Dia ini seorang phlegmatis, dalam buku raport **** merah semua yang isinya memang mengkritik pemerintahannya dengan menampilkan fakta yang memang terjadi, disitu dijelaskan bahwa dalam masa pemerintahannya, dia dikenal sebagai presiden yang cepat mengambil keputusan. karena apa? karena ketika dia diminta pendapat oleh menterinya dalam pengambilan keputusan, dia akan menanya balik. menurut bapak bagaimana? bapak yang lebih ngerti kan? hehe. kalo gitu ngapain ada presiden, udah aja menteri semua. ditambah koordinator menteri.
Kembali ke masalah perdebatan, calon A ini terlihat senang sekali berputar putar dalam kata kata fancy, yang akhirnya malah menghindari jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh moderator. jawaban langganannya adalah ini harus diperbaiki, ini harus dicari solusinya, tapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa solusi yang sudah dia fikirkan, ataupun hal spesifik apa yang mungkin bisa dia perbaiki sekiranya dia terpilih. Tapi setidaknya dia sudah menyelesaikan setengah dari masalah dengan memetakan masalahnya..
Hal positif yang saya soroti dari calon ini adalah ketika dia berbicara mengenai nasionalisme, saya melihat emosi yang berapi api di nada bicaranya. Jadi setidaknya saya tahu bahwa dia memiliki satu dari banyak kriteria yang saya pikir dibutuhkan untuk memimpin bangsa.
Tapi dari hati terdalam saya berharap beliau tidak diikutkan lagi dalam debat capres selanjutnya..
dia beruntung hidup di indonesia yang masyarakatnya sangat toleran..
Satu tempat yang saya pikir cocok untuknya mungkin adalah sebagai actuator dan sebagai lidah penyambung hati rakyat. Dia mungkin tidak punya gaya bicara yang berapi api, dia mungkin bukan seorang mastermind, tapi dia punya kharisma dan image yang berwibawa di hadapan rakyat yang dia dapat secara cuma cuma. Yang harus dia lakukan hanyalah dilahirkan…
Iklan :
Saya tidak suka iklan dia yang bernada black campaign tentang pendidikan itu.. benar? mungkin saja, tapi ya kenapa sih harus menginjak kepala calon lain untuk berdiri lebih tinggi?
Dalam iklan lain, dia menyiapkan para selebriti untuk mengkampanyekan bahwa dia yang terbak dalam segala hal, tanpa menyebutkan kenapa dia yang terbaik? atau fakta riwayat hidup yang mendukung premis bahwa dia adalah yang terbaik. Saya menyimpulkan bahwa disini, segmentasi pasar dia adalah masyarakat yang cuma harus diyakinkan, bukan diberi pencerdasan, agar memilih dia nanti..
Calon B
Yang ini seorang sanguinis koleris, orangnya terlihat sangat temperamental, seorang penampil, maka dia terlihat sangat menguasai panggung. Bila dia mendapat giliran yang terakhir dalam berbicara setelah dua calon sebelumnya, dia akan memberikan pendapat yang dimulai dengan kalimat yang terdengar sangat berbeda dengan dua pendapat sebelumnya. Upaya ini saya kira merupakan mekanisme untuk mendistinguish dirinya dari dua calonnya, dan dia berhasil.
Tidak berlebihan kalo saya bilang dalam berbicara, orang ini mirip hitler, bisa menyampaikan suatu pidato dengan emosi yang membakar pendengarnya. Dia adalah pembicara yang paling bersemangat diantara ketiga calon. Tapi tentunya bicara masalah temperamen, pembicara yang membakar seperti ini akan selalu [i]short tempered[/i]. Karena pembicara yang bisa memasukkan emosi dalam pidatonya membutuhkan karakter yang gampang tersulut dalam topik apapun yang dia bicarakan.
Saya tidak melihat keseluruhan acara, tapi dalam interval yang saya tonton, calon ini melontarkan argumen yang cukup decent dalam perdebatan. jargon utama, yakni waktu yang lebih sedikit untuk pengambilan keputusan betul betul dia gunakan dalam mendasari semua janjinya. Dan saya menyukai hal itu.
Saya pernah membaca salah satu artikelnya di koran nasional, yang mengatakan bahwa salah satu alasan dia mencalonkan diri adalah karena dia merasa geram sekali dalam proses pengambilen keputusan di kabinet sebelumnya yang dia nilai berlarut larut, tanpa keputusan yang jelas. Karena sebagai businessman, mungkin dia menganut asas keputusan yang baik adalah yang cepat, karena keputusan yang cepat walaupun salah bisa segera diperbaiki.
Mengenai iklan :
Pose senyum terbaik akan saya anugerahkan kepada calon ini. Dia memiliki wajah dan karakter yang lovable, ekspresi wajah yang karismatik, dan kemampuan yang natural untuk menjadi public figure.
Saya tinggal di Bogor, perjalanan dari Bogor ke Bandung sekitar 3 jam. Dan dari mulai dekat tempat tinggal saya di Pagelaran, Bogor, sampai bis mendekati terminal leuwipanjang, poster poster kharismatik calon ini dalam berbagai pose, dari mulai bersama anak anak sampai bersama istri, yang tersebar sepanjang perjalanan, cukup membuat saya simpatik dengan kepribadian tokoh ini.
Saya selalu suka testimoni. Termasuk iklan dia yang merupakan kumpulan testimoni dari berbagai tokoh masyarakat yang mendukung kepemimpinannya. Juga latar musik yang menggunakan lagu familiar dengan aransemen yang harmonik. manis sekali…
pokoknya dari sisi iklan, secara umum calon ini punya nilai yang baik..
Calon C
Hal pertama yang saya komentari dari calon ini adalah nada bicaranya. Tenang, teratur, namun intimidatif di saat yang sama. Untuk menekankan pendapatnya dia tidak perlu nada yang lebih tinggi karena tersulut emosi, dia hanya perlu menekan lebih dalam. Hebat sekali..
Yang paling saya suka tentunya adalah karena pendapat dia selalu didukung oleh fakta fakta renyah yang tidak bisa dilontarkan kecuali oleh orang orang yang memang pernah bermukim di dalam sistem dan bekerja lama sekali dengannya untuk bisa sangat familiar dengan sistem tersebut. Pendapat subjektif memang bisa dibantah, tapi pendapat yang didukung fakta fakat teknis seperti itu? wow… akan membutuhkan effort lebih untuk menyangkalnya.
Bila kita sedang berusaha memperbaiki diri dan berusaha sekeras mungkin untuk menjadi yang terbaik, namun hasilnya masih jauh dari target yang dipancangkan, saya akan lebih suka menggunakan kata “continuous improvement” dibandingkan hanya “continue ” saja. Saya tidak melihat makna dari kata melanjutkan yang diteriakkan sebagai jargon utama, karena kata melanjutkan berarti menjalankan pemerintahan dengan gaya dan pencapaian yang sama dengan pemerintahan sebelumnya, dengan tidak meletakkan kata perbaikan dan evaluasi pada fokus utama.
Melanjutkan berarti juga secara tidak langsung mengatakan bahwa pemerintahan sebelumnya telah dihentikan untuk sementara dan baru akan mencapai titik final, jika dan hanya jika dalam periode selanjutnya ybs terpilih lagi. Maka tidak berlebihan kalau saya berpendapat bahwa di pemerintahan yang lalu, dia tidak menyelesaikan semua PR yang harus dikerjakan, dia hanya menyelesaikan beberapa dan sisanya akan diselesaikan bila dia terpilih lagi di periode selanjutnya.
Menurut saya jika pemerintahan awal lebih baik dari pemerintahan selanjutnya, meskipun keduanya masi memiliki kekurangan, itu berarti ada mekanisme perbaikan, mungkin slogan yang pas adalah “Lanjutkan dan perbaiki!”
Jika pemerintahan Awal dan akhir sama sama sempuna, itu berarti ada mekanisme mempertahankan, mungkin slogannya adalah “pertahankan!”
Jika pemerintahan Awal dan akhir sama sama memiliki kekurangan dan sama sekali tidak ada perbaikan? baru itu yang namanya “melanjutkan”
Ah, ada yang terlupa, ada dua pendukung calon ini yang mengungkapkan komentar rasialis yang memojokkan salah satu calon lain, dan itu sangat saya sesalkan… Bila satu oknum saja mengatakan hal demikian, ini bisa dikatakan kesalahan, namun kesalahan yang berulang dua kali secara identik bisa dikatakan konsistensi.. dan konsistensi seperti ini bukan faktor yang akan memenangkan calon ybs dalam pilpres nanti.
karakternya? menurut saya dia adalah seorang melankolis koleris, seorang mastermind, pengkonsep. Kelebihan orang dengan karakter ini adalah dia akan sangat sistematis dan penuh pertimbangan, namun sebagai efek sampingnya, proses pengambilan keputusan akan memakan waktu lebih lama.
Iklan :
Iklan faforit saya adalah iklan mereka yang menjabarkan premis bahwa mereka sangat dekat dengan rakyat. Saya tersentuh dengan riwayat hidup mereka yang tidak dimulai dengan sendok perak di mulut mereka. Mereka adalah self-made man yang sama sama mengabdi kepada negara, meskipun lewat jalur yang berbeda. “Yang satu jadi prajurit, yang satu jadi guru” pemilihan kata prajurit alih alih tentara dan guru alih alih PNS memberikan pencitraan kata yang sempurna untuk meraih simpati lewat penjelasan profesi mereka.
kalo calon B saya anugerahkan memiliki senyum terbaik, calon C ini saya anugerahkan senyum terhambar. Saya tidak pernah melihat senyum yang tulus dari calon ini, ini bukan berarti dia memiliki sesuatu di balik batu, ini cuma menandakan bahwa dia orang yang sangat jujur, pembohong terbaik memiliki senyum senyum terbaik karena mereka belajar untuk itu, berlatih di depan cermin untuk bisa memberikan senyum tertulus, tanpa harus ada pemicu rasa yang menyertainya.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »




















